*Anarghya*
Agustus 2007
Ini tahun kedua gue di unit ini. Seharusnya tahun ini gue bisa lebih fokus kuliah buat benerin IPK gue yang rada kacrut tahun kemaren. Atau seharusnya gue ikutan temen-temen kuliah gue magang di institusi pemerintahan buat ngisi list pengalaman gue di CV. Padahal tahun kemaren gue dan Jonas komit cukup setahun aja kita di unit kegiatan mahasiswa ini. Kita gak ada niatan untuk berkarir lebih lanjut di sana. Jadwal latihan yang padat dan model latihan yang keras dan mengandalkan kedisiplinan kurang cocok buat kami berdua yang tipikal fun dan banyak bercanda.
Tapi kami berdua gak berkutik waktu awal tahun ini kami berdua "ditodong" jadi komandan alat section masing-masing. Kami berdua punya kesamaan yang kurang baik: gak enak nolak, gak enak ngomong "enggak".
Nama gue Anarghya. Gue biasa dipanggil Agy sama orang-orang yang males nyebut nama gue dengan lengkap. Ribet katanya. Tahun ini gue dipercaya jadi komandan alat mellophone, sedangkan Jonas komandan alat trumpet. Gue sama Jonas udah bertemen sejak SD, tapi kami baru benar-benar jadi sahabat pas SMA karena sama-sama masuk ekskul yang sama. Gak cuma Jonas, ada Rifan dan Sifa juga sahabat kami. Lulus SMA di tahun 2005, kami berempat sama-sama masuk ke universitas negeri impian. Namun cuma gue dan Jonas yang entah kenapa kesengsem masuk unit kegiatan mahasiswa marching band ini. Awalnya kami excited. Tapi setelah ngerasain gimana berat latihan minimal seminggu 4 kali, pulang malam, weekend juga latihan, mau izin susah, akhirnya kami memutuskan cukup setahun aja kami ikutan UKM ini. Cukup sekali aja kami ngerasain gimana GPMB. Setelah itu cukup jadi supporter. Itu niat awal kami.
Lalu setelah pergantian tahun, pergantian pengurus, hingga akhirnya pergantian staf malah kami berdua gak nyangka dijadiin komandan alat. Gak tau mau dibawa kemana section ini kalo komandannya model kayak gue dan Jonas yang punya kelakuan aneh. Nasi udah jadi bubur, dan buburnya udah dimakan. Ya sutralah gue jalanin. Di tahun kedua ini gue dan Jonas mulai memahami kenapa latihan marching band begitu keras, jadwal latihannya padat, dan ketat soal perizinan. Karena kehadiran setiap orang begitu berarti di sini. Marching band itu tim. Masing-masing orang punya peran sendiri di timnya. Ketika 1 orang gak ada, maka 1 tim yang kena imbas. Ibarat mobil, bannya kempes 1 aja gak bisa jalan.
Dan, sebentar lagi gue dan rekan-rekan marching band akan tampil di acara OKK atau Orientasi Kegiatan Kampus. Kami akan perform 2 lagu. Semoga aja dengan lagu dan display yang kami mainkan bakalan menarik mahasiswa-mahasiswi baru untuk join di UKM kami. Kebetulan kami masih kekurangan pasukan untuk tampil di kejuaraan GPMB Desember nanti.
Oiya, di acara OKK ini gue jadi Komandan Pasukan. Gara-garanya Danish, Komandan Pasukan seharusnya, sakit karena keracunan makanan. Dan berkat Japra gue ditunjuk jadi Komandan Pasukan pengganti. Sialan tuh si Japra. Udah cukuplah dia beberapa bulan belakangan ini bikin gue jungkir balik dengan ajakan-ajakan nontonnya dia (kenapa juga gue mau?!), dan Japra tau banget kelemahan gue yang gak enak buat ngomong "enggak". Haaaassshhh!!!
Agustus 2007
Ini tahun kedua gue di unit ini. Seharusnya tahun ini gue bisa lebih fokus kuliah buat benerin IPK gue yang rada kacrut tahun kemaren. Atau seharusnya gue ikutan temen-temen kuliah gue magang di institusi pemerintahan buat ngisi list pengalaman gue di CV. Padahal tahun kemaren gue dan Jonas komit cukup setahun aja kita di unit kegiatan mahasiswa ini. Kita gak ada niatan untuk berkarir lebih lanjut di sana. Jadwal latihan yang padat dan model latihan yang keras dan mengandalkan kedisiplinan kurang cocok buat kami berdua yang tipikal fun dan banyak bercanda.
Tapi kami berdua gak berkutik waktu awal tahun ini kami berdua "ditodong" jadi komandan alat section masing-masing. Kami berdua punya kesamaan yang kurang baik: gak enak nolak, gak enak ngomong "enggak".
Nama gue Anarghya. Gue biasa dipanggil Agy sama orang-orang yang males nyebut nama gue dengan lengkap. Ribet katanya. Tahun ini gue dipercaya jadi komandan alat mellophone, sedangkan Jonas komandan alat trumpet. Gue sama Jonas udah bertemen sejak SD, tapi kami baru benar-benar jadi sahabat pas SMA karena sama-sama masuk ekskul yang sama. Gak cuma Jonas, ada Rifan dan Sifa juga sahabat kami. Lulus SMA di tahun 2005, kami berempat sama-sama masuk ke universitas negeri impian. Namun cuma gue dan Jonas yang entah kenapa kesengsem masuk unit kegiatan mahasiswa marching band ini. Awalnya kami excited. Tapi setelah ngerasain gimana berat latihan minimal seminggu 4 kali, pulang malam, weekend juga latihan, mau izin susah, akhirnya kami memutuskan cukup setahun aja kami ikutan UKM ini. Cukup sekali aja kami ngerasain gimana GPMB. Setelah itu cukup jadi supporter. Itu niat awal kami.
Lalu setelah pergantian tahun, pergantian pengurus, hingga akhirnya pergantian staf malah kami berdua gak nyangka dijadiin komandan alat. Gak tau mau dibawa kemana section ini kalo komandannya model kayak gue dan Jonas yang punya kelakuan aneh. Nasi udah jadi bubur, dan buburnya udah dimakan. Ya sutralah gue jalanin. Di tahun kedua ini gue dan Jonas mulai memahami kenapa latihan marching band begitu keras, jadwal latihannya padat, dan ketat soal perizinan. Karena kehadiran setiap orang begitu berarti di sini. Marching band itu tim. Masing-masing orang punya peran sendiri di timnya. Ketika 1 orang gak ada, maka 1 tim yang kena imbas. Ibarat mobil, bannya kempes 1 aja gak bisa jalan.
Dan, sebentar lagi gue dan rekan-rekan marching band akan tampil di acara OKK atau Orientasi Kegiatan Kampus. Kami akan perform 2 lagu. Semoga aja dengan lagu dan display yang kami mainkan bakalan menarik mahasiswa-mahasiswi baru untuk join di UKM kami. Kebetulan kami masih kekurangan pasukan untuk tampil di kejuaraan GPMB Desember nanti.
Oiya, di acara OKK ini gue jadi Komandan Pasukan. Gara-garanya Danish, Komandan Pasukan seharusnya, sakit karena keracunan makanan. Dan berkat Japra gue ditunjuk jadi Komandan Pasukan pengganti. Sialan tuh si Japra. Udah cukuplah dia beberapa bulan belakangan ini bikin gue jungkir balik dengan ajakan-ajakan nontonnya dia (kenapa juga gue mau?!), dan Japra tau banget kelemahan gue yang gak enak buat ngomong "enggak". Haaaassshhh!!!
No comments:
Post a Comment